Hukum

Kejahatan Perbankan Terjadi di Bali! Setiap Menit Saldo Rekening Berkurang Rp 15 Ribu

Kejahatan Perbankan Terjadi di Bali! Setiap Menit Saldo Rekening Berkurang Rp 15 Ribu

AGATA.ID, Denpasar – Guru dan Karyawan sekolah Internasional ternama di Denpasar mengalami nasib sial. Setiap menit saldo rekening berkurang Rp. 15 ribu.

Ketika melakukan transaksi penarikan tunai, dan mengetahui saldo rekening berkurang begitu drastis. Tentu saja, kejadian tersebut membuat curiga yang melihatnya.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari para korban, terdapat empat korban baik guru dan karyawan sekolah. Ke empat korban itu menggunakan sebuah ATM dalam satu bank di Indonesia.

Baca juga: Pertumbuhan kredit perbankan melamban Juni

“Jadi setelah gajian itu dicek. Lantas saldo di ATM berkurang banyak. Mereka baru saja dapat gaji,” ucap salah seorang guru yang enggan disebut namanya, Minggu (8/10/2017).

Empat guru itu sendiri Ada yang kehilangan Rp. 11 juta, Rp. 2 juta dan ada yang Rp. 800 ribuan. Dan jika ditotal mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta lebih.

Kejahatan Perbankan Terjadi di Bali! Setiap Menit Saldo Rekening Berkurang Rp 15 Ribu

Polda Bali, Polresta Denpasar, Polsek Denpasar Timur – Mencegah pelaku kejahatan perbankan, maka rutin melakukan pengawasan, pemantauan

“Tapi memang ini belum melapor ke pihak berwajib,” ungkapnya.

Diungkapkannya, bahwa kehilangan itu salah satu modusnya ialah saldo dalam rekening setiap menit dipotong Rp 15 ribu.

Di bagian lain, Kanit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali Kompol I Wayan Waisnawa Adiputra menyatakan, apa yang dialami para korban identik dengan kejahatan perbankan. Hanya saja, perlu didalami lagi.

Terlebih lagi, sebaiknya memang melapor ke pihak berwajib, khususnya ke Ditreskrimsus Polda Bali untui segera ditangani.

“Kejahatan perbankan itu bisa jadi dengan praktik skimming dan carding. Perlu pendalaman lebih jauh memang. Dan memanv masyarakat perlu berhati-hati terhadap kejahatan seperti ini,” tegasnya.

Masyarakat setidaknya, sambung dia, perlu mengetahui mengenai, kejahatan Perbankan atau cyber dilakukan.
Seperti kasus yang lalu, yang melibatkan duo Bulgaria, Boris Georgiev dan Marian Bogidarof Serafinoff.

Baca juga: Presiden berharap perbankan syariah Indonesia makin berkembang

Mereka berdua praktiknya yakni memasang kamera di atas penutup tombol memasukkan pin. Karena itu, masyarakat mesti waspada terhadap hal ini. Kemudian, praktiknya ialah menyasar ATM di tempat tepi dan minim penerangan.

“Harus ada pemeriksaan saldo secara teratur. Yang perlu diingat juga adalah jangan terlalu sering mengakses akun bank karena semakin sering berarti semakin rentan dibobol dan sistem verifikasi transaksi juga perlu diperhatikan,” bebernya. (cb/ag)

To Top